KHUTBAH IDUL ADHA 1434 H



KHUTBAH IDUL ADHA 1434 H
Oleh: Moh. Syafii Ghiram Ahmad

BERCERMIN DARI IBADAH QURBAN
له اللهُ أَكْبر، ×9                             
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى خَلَقَ آدَمَ بِيَدِهِ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ. أَشْهَدُ أَنْ لا إِلهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ الَّذِى أَطْعَمَ الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَنَحَرَ، وَحَجَّ وَاعْتَمَرَ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ أَذْهَبَ اللهُ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرَ. اللهُ أَكْبر، ×3 لا إِلهَ إلا اللهُ وَاللهُ أَكْبر، اللهُ أَكْبر وَللهِ الْحَمد.
{أَمَّا بَعْدُ}فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
معاشر المسلمين والمسلمات رحمكم الله ا الحمد- اشهد ان لااله الا الله وحده لاشريك ل\\\\\\\\\\\\وع\\\\\\\\\\لله وحده اعز ه لذي لانبي بعأللهم صلي سيدنا محمد وعلله وصيهاالمسلمون . اتق الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمSaudara – saudaraku kaum muslimin yang berbahagia
     Hari ini, tanggal 10 Dzulhijjah tahun 1434 H adalah hari besar islam yang disebut Idul Qurban atau Idul Adha atau juga Idun Nahri. Artinya sama yaitu Hari Raya Qurban selain itu disebut juga  Hari Raya Haji karena jatuh pada bulan haji.
Dalam merayakan Hari Raya Qurban kita diperintahkan oleh Allah melaksanakan serangkaian ibadah antara lain :
Pertama :    Puasa sunat haji Arafah tanggal 9 Dzulhijjah, seperti yang disabdakan oleh Rosullah SAW :

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية مستقبلة

     “Puasa padahari Areafah itu menghapus dosa dua tahun yaitu dosa tahun lalu dan dosa tahun akan datang”. ( HR. Muslim )

Kedua :  Membaca takbir setiap kali sesudah sholat wajib dan sholat sunnah mulai terbenam matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah sampai dengan sesudah sholat Ashar pada tanggal 13 Dzulhijja. Inilah yang disebut dengan takbir Muqoyyad.
Ketiga :  Menyembelih binatang qurban seperti kambing, sapi, kerbau, atau unta mulai tanggal 10 Dzulhijjah setelah khutbah sholat idul qurban sampai dengan 3 hari berikutnya yang disebut hari tasyriq.
Dengan hasil pemyembelihan qurban dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, dengan dibagi – bagikan kepada fakir miskin.  

انا اعطيناك الكوثر فصل لربك وانحر ان شانئك هوالابتر


     “Sesungguhnya kami telah memberikan ni’mat yang banyak. Karena itu kerjakanlah sholat dan sembelilah qurban . Sesungguhnya orang yang membenci kamulah yang terputus dari rahmat Tuhan “ ( Al Kautsar  1-3)

الله اكبر- الله اكبر- لااله الا الله والله اكبر- الله اكبر- ولله الحمد

Saudara – saudara kaum muslimin yang berbahagia !
Penyembelihan qurban ini berasal dari sejarah Nabi Ibrahim as dan keluarganya. Karena itu, setiap kita merayakan Idul Qurban , kapanpun dimanapun, terkenanglah kita akan riwayat Nabi Ibrahim as.   
Dahulu Nabi Ibrahim dalam usia yang sangat tua, yaitu 80 tahun lebih, baru dikaruniai seorang putra.  Namanya Ismail as. Tetapi tiba - tiba putera satu-satunya dan sangat disayangi ini, diperintahkan oleh Allah SWT untuk disembelih , sebagai ibadah tanda kepatuhan kepada Allah SWT.
Ibrahim as adalah seorang hamba yang taat dan patuh kepada Allah SWT. Demikian juga Ismail as. Karena itu Ibrahim bermaksud akan memenuhi perintah Allah tersebut dengan menyembelih Ismail.  Dan Ismailpun merelakan dirinya untuk disembelih.
      Tetapi tatkala Ismail hampir saja disembelih oleh Ibrahim , tiba–tiba Allah menghentikan rencana penyembelihan itu. Sebab dengan begitu saja sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa Ibrahim dan Ismail patuh pada perintah Allah SWT. Dan sebagai gantinya, Ibrahim dan Ismail diperintahkan untuk meyembelih seekor kambing gibas dari surga.
     Inilah saudara–saudara kaum muslimin yang dimulyakan Allah. Yang menjadi dasar penyembelihan qurban dalam islam sampai sekarang. Jadi tujuan penyembelihan qurban adalah ibadah untuk menunjukkan dan meningkatkan kepatuhan kita kepada Allah. Dan ini cocok dengan arti kata qurban yang berasal dari kata “qoruba” – “ qurban” yang artinya ialah dekat, yaitu dekat kepada Allah.
     Jadi penyembelihan binatang yang selama ini kita lakukan adalah suatu usaha kita untuk mendekatkan diri kita kepada Allah.  Itulah sebabnya saudara- saudaraku yang sampai kehadirat Allah bukanlah daging, bukan pula tulang tetapi yang sampai adalah taqwa, kepatuhan dan ketaatan kita kepada Allah SWT.

لن ينال الله لحومها ولا دماؤها ولكن يناله التقوى منكم .
     “Tidak akan sampai daging dan darahnya itu kepada Allah, tetapi yang sampai kepada allah adalah taqwa (Kepatuhan menjalankan kewajiban) dari kamu. ( Al- Haj 37)                    

الله اكبر- الله اكبر- لااله الا الله والله اكبر- الله اكبر- ولله الحمد

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia.
     Dalam soal taqwa dan kepada Tuhan, Nabi Ibrahim perlu kita jadikan tauladan bagi kita semua.  Al Qur’an Surat Al Baqarah 131 menerangkan, bahwa Allah pernah minta kepada Ibrahim untuk tunduk patuh kepda-Nya. “Aslim”, kata Allah, tunduk patuhlah.  Jawab Ibrahim ialah : “Aslamtu lirabbil ‘alamin”, aku tunduk patuh kepada Tuhan seru sekalian Alam.
     Karena itu kita tidak heran, kalau Ibrahim demikian sempurna kepatuhan kepada Tuhan.  Sehingga apa pun yang menjadi larangan Tuhan ia jauhi, dan yang diperintahkan-Nya ia kerjakan, sekalipun apa ynag diperintahkan itu sangat berat, seperti perintah menyembelih puteranya yang tunggal tadi.

الله اكبر- الله اكبر- لااله الا الله والله اكبر- الله اكبر- ولله الحمد

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia.
     Soal kepatuhan kepada Allah ini, janganlah kita remehkan, janganlah kita abaikan.  Sebab, tidak saja hal ini menyangkut nasib kita di akhirat nanti.  Tetapi juga menyangkut nasib kita di dunia yang fana sekarang ini. Bahkan juga sesungguhnya menyangkut pembangunan bangsa kita dewasa ini.
     Sebabnya ialah, seperti yang difirmankan oleh Allah :
ولو ان اهـل القـرى امنوا واتقو الفتحنـا عليهم بركت من السـماء والارض ولكن كذبوا فاخذنهـم بما كانوا يكسبون (97) .
      “Sekiranya penduduk suatu negeri itu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, niscaya akan kami bukakan kepada mereka keberkatan dari langit dan bumi.  Tetapi sayang, mereka mendustakan (kebenaran Tuhan, yaitu tidak mau iman dan taqwa), karena itu Kami siksa mereka karena apa yang mereka kerjakan”. (Al-A’raf 96)
          Jadi Saudara-saudara, kalau kita beriman dan taat kepada Allah, Tuhan akan membukakan kepada kita keberkatan-Nya dari langit dan bumi.  Yang berarti dari segala penjuru, lahir maupun batin.
     Negeri kita akan menjadi seperti kata Al Qur’an :
     (Baldatun Toyyibun wa robbun ghofur).
     Yaitu negeri yang aman makmur gemah ripah loh jinawi tidak kurang suatu apa, dan mendapat limpahan ampunan dari Tuhan.  Sawah ladang menjadi subur menghijau, produksi terus meningkat : ada padi, ada jagung, ada ubi kayu, cengkeh, panili, dan lain sebagainya.
     Bumi selalu basah oleh air yang melimpah-limpah oleh gemercik irigasi atau gerimis air hujan.  Tanah tidak tandus, tidak gersang dan kering berdebu.  Tidak ada tanah atau bukit yang gundul, sehingga tidak repot-repot kita mengadakan penghijauan.
     Sementara itu di kota-kota, mesin industri berputar terus dalam menghasilkan 1001 macam kebutuhan hidup.
     Rasulullah SAW juga bersabda yang artinya :
     “Sekiranya kamu sekalian betul-betul tawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, pastilah Allah memberi rezeki kepadamu, seperti halnya memberi rezeki kepada burung yang pergi dalam keadaan perutnya kosong, tetapi pulang telah menjadi kenyang”. (Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah).
     Arti tawakal bukanlah hanya sekedar berdo’a menadahkan tangan ke langit dengan tidak mau brusaha.  Ini adalah tawakal yang keliru.  Tawakal  bukanlah bermalas-malasan dan menyerah kepada nasib.  Tawakal yang benar, ialah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :
     “Ikatlah untamu, dan kemudian bertawakkalllah kepada Allah” (Riwayat Ibnu Hibban).
     Artinya, tawakal itu haruslah didahului oleh adanya usaha.  Jadi kita harus bekerja dan berusaha giat dan disamping itu berserah diri, berdo’a kepada Allah semoga usaha kita itu membawa hasil seperti yang kita harapkan.  Begitulah Saudara-saudara, tawakal yang benar !

     “Janganlah salah seorang di antara kamu cuma duduk berpangku tangan dalam mencari rezeki dengan berdo’a : Ya Allah beri aku rezeki.  Padahal sudah diketahui, bahwa langit tidak akan menurunkan hujan emas dan tidak pula menurunkan hujan perak !”

الله اكبر- الله اكبر- لااله الا الله والله اكبر- الله اكبر- ولله الحمد
Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia.
     Jadi, pembangunan negara kita yang sedang mengalami keruntuhan ini ditentukan oleh tingkat kepatuhan dan ketaatan yang rendah kita kepada Allah SWT.
     Terjadinya kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kekacauan dan lain sebagainya, sebetulnya disebabkan oleh tingkah laku manusia sendiri yang tidak atau kurang patuh kepada Allah.

ظهر الفساد فى البر والبحر بما كسبت ايدى الناس .
     “Telah kelihatan kerusakan di darat dan di laut, karena pekerjaan tangan-tangan manusia itu sendiri.” ( Ar Rum 30)
          Demikian titah Allah dalah Al Qur’an Surat Ar Rum ayat 41.
     Ingatlah Saudaraku, akan hancurnya umat kerajaan Sabaiyah pada tahun 120 sebelum Isa di zaman dahulu.  Mereka giat sekali membangun, sampai berhasil membangun proyek raksasa bendungan Saddu Ma’rif.
     Tetapi akhirnya, seluruh kerajaan hancur binasa, setelah mereka gemar mengerjakan macam-macam kemaksiatan.  Saddu Ma’rif menjadi jebol, dan sebagai akibatnya seluruh negeri tenggelam ditelan banjir bandang.  Musnahlah Kerajaan Sabaiyah buat selamanya !

الله اكبر- الله اكبر- لااله الا الله والله اكبر- الله اكبر- ولله الحمد

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia.
     Jelas sekali, bahwa Hari Raya Qur’ban dengan ajaran penyembelihan binatang qurbannya, membawakan ajaran pembangunan yang sangat berharga.  Dengan penyembelihan qurban itu, maka :
     Pertama , sedikit banyak kaum muslimin ikut aktif berpartisipasi mengatasi problem kemiskinan, sebab daging-daging qurban kita manfaatkan untuk kepentingan masyarakat, dengan kita bagi-bagikan kepada fakir miskin.
     Kedua, dengan qurban ini diharapkan, taqwa dan kepatuhan kita kepada Tuhan semakin terbina dengan baik, dan hal ini akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat, lahir maupun batin.
     Apalagi, kalau jika kita ingat, apa yang dikerjakan oleh Nabi Ibrahim dan Isma’il, maka ajaran pembangunan yang dibawakan oleh Idul Qurban lebih jelas lagi.
     Waktu Nabi Ibrahim dan keluarganya beremigrasi dari Palestina ke lembah Hijaz.  Di tempat yang baru ini mereka membanting tulang mengadakan pembangunan fisik dan mental, dengan menggali sumur Zam-zam, membangun Ka’bah yang menjadi kiblat dalam sholat, dan mendirikan kota suci Makkah yang sekarang.
     Bahkan juga do’a-do’a Nabi Ibrahim a.s sangat besar peranannya dalam ikut menjelmakan kamakmuran rakyat Arabia sampai hari ini.
     Dalam Al Qur’an Surat Ibrahim ayat 35 sampai dengan 44, disebutkan antara lain, bahwa berkat do’a-do’a Nabi Ibrahim yang dikabulkan oleh Allah SWT, maka negeri Makkah senantiasa aman tenteram, dengan mendapatkan rezeki yang melimpah ruah berupa bermacam-macam buah-buahan, warganya taat beragama setia menegakkan sholat, dan mereka dijauhkan dari penyembahan agama yang sesat.
     Karena itu, sesuai dengan pembangunan yang terkandung di dalam Idul Qurban ini, saya mengajak seluruh kaum muslimin, saya mengajak saudara-saudara semuanya untuk meningkatkan loyalitas kita kepada agama kita, agama Islam, dan kita tingkatkan taqwa kita kepada Allah SWT.
     Semoga dengan ketaqwaan kita kepada Allah itu, akan banyak membawa kesejahteraan lahir batin bagi kita semua, bagi masyarakat dan bagi bangsa kita.  Amin.

أَعَادَ اللهُ عَلَيَّ وَعَلَيْكُمْ مِنْ بَرَكَةِ هذَا الْعِيْدِ، وَأَمَّنَنِيْ وَإِيَّاكُمْ مِنْ سَطْوَةِ يَوْمِ الْوَعِيْدِ. وَاللهُ تَعَالَى يَقُوْلُ وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ: {أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. إِنَّآ أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ}. بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنَا وَإِيَّاكُمْ بِالآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، إِنَّهُ تَعَالَى جَوَّادٌ كَرِيْمٌ، مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.





























 



Hikmah Berqurban






                            








 





Oleh: Abdul Halim Salam S.Q







المدرسة الدّينيّة السّلفيّة نورالهدى


Jl. Kramat 71 Telp.(0341) 450261, 451660, 458700 Fax. (0341) 450261 PO.BOX 26 Singosari Malang 65153