TSAWBAN, PELAYAN RASULULLAH SHALLALLAHU
TSAWBAN, PELAYAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAYHI WASALLAM.
Ketika mencintai seseorang, kita pasti ingin selalu bersamanya dan
merasakan kesedihan mendalam kala berpisah dengannya. Mari kita lihat
yang terjadi pada Tsawban, pelayan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam.
Saat itu Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam keluar pagi-pagi dan tak pulang hingga larut malam. Ketika kembali, beliau mendapati Tsawban sedang menangis.
Rasulullah bertanya, ‘apa yang menyebabkanmu menangis, Hai Tsawban?’
Tsawban menjawab, ‘Engkau telah menggelisahkanku wahai Rasulullah.
’Rasulullah bertanya lagi, ‘Itukah yang menyebabkanmu menangis,hai Tsawban?’
Tsawban menjawab: ‘Tidak wahai Rasulullah, akan tetapi ketika engkau meninggalkanku sehari semalam dan engkau telah menggelisahkanku, aku lantas teringat bahwa di surga nanti aku akan berada di tempat paling rendah, sementara engkau berada di tempat paling tinggi. Aku tak akan bersamamu lagi. Keterpisahanku denganmu di surga itulah yang menyebabkanku menangis, wahai Rasulullah.’
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam lalu bersabda: “Hai Tsawban, tidakkah kamu tahu bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang paling dicintainya?”
ALLAHUMMASHALLI WASALLIM 'ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WAALIHI WASHAHBIHI WASALLIM
Saat itu Rasulullah shallallahu’alayhi wasallam keluar pagi-pagi dan tak pulang hingga larut malam. Ketika kembali, beliau mendapati Tsawban sedang menangis.
Rasulullah bertanya, ‘apa yang menyebabkanmu menangis, Hai Tsawban?’
Tsawban menjawab, ‘Engkau telah menggelisahkanku wahai Rasulullah.
’Rasulullah bertanya lagi, ‘Itukah yang menyebabkanmu menangis,hai Tsawban?’
Tsawban menjawab: ‘Tidak wahai Rasulullah, akan tetapi ketika engkau meninggalkanku sehari semalam dan engkau telah menggelisahkanku, aku lantas teringat bahwa di surga nanti aku akan berada di tempat paling rendah, sementara engkau berada di tempat paling tinggi. Aku tak akan bersamamu lagi. Keterpisahanku denganmu di surga itulah yang menyebabkanku menangis, wahai Rasulullah.’
Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam lalu bersabda: “Hai Tsawban, tidakkah kamu tahu bahwa seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang paling dicintainya?”
ALLAHUMMASHALLI WASALLIM 'ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WAALIHI WASHAHBIHI WASALLIM









